• FYI

    29 September 2019

    Baik dan Bagus, Apa Bedanya?

    Oleh: J. Haryadi


    Setiap penulis pasti sering bermain dengan kata-kata. Penempatan kata yang tepat sangat berpengaruh tehadap keterbacaan tulisannya. Oleh sebab itu para penulis profesional umumnya akan jeli dalam memilih dan menempatkan kata-kata tertentu dalam setiap kalimat yang dibuatnya. Bila dia mampu meramu kata-katanya dengan tepat, maka tulisannya menjadi enak dibaca dan maknanya mudah dicerna. Jika sebaliknya, maka tulisannya akan terasa hambar dan membosankan.

    Kali ini saya akan mengajak Anda untuk bermain dengan kata-kata. Mungkin Anda sudah sering mendengar kata ‘baik’ dan ‘bagus’. Kedua kata ini sering sekali kita gunakan dalam berbagai kesempatan, baik secara lisan maupun tulisan. Namun, tahukah Anda kalau kedua kata yang maknanya mirip ini ternyata memiliki perbedaan?

    Makna dan Penerapan Kata ‘Baik’

    Saya akan mengupas kedua kata-kata tersebut dan memulainya dari kata ‘baik’ atau dalam bahasa Inggris disebut ‘good’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang disusun oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan diterbitkan oleh Balai Pustaka, kata ‘baik’ memiliki 10 makna, yaitu:

    Pertama, makna kata ‘baik’ adalah elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dan sebagainya). Contoh penerapannya sebagai berikut:
    • Buku itu sudah disusun dengan baik di dalam lemari.
    • Saat melihatnya bernyanyi, terdengar suaranya merdu dan baik sekali.
    • Jangan berdiri di depan pintu, itu tidak baik.

    Kedua, makna kata ‘baik’ adalah mujur; beruntung (tentang nasib); menguntungkan (tentang kedudukan dan sebagainya). Contoh penerapannya sebagai berikut:
    • Dia bernasib baik sekali.
    • Hasil dagangannya hari ini baik sekali.
    • Kecelakaan itu telah menghancurkan mobilnya, tetapi dia dalam kondisi baik.

    Ketiga, makna kata ‘baik’ adalah berguna; manjur (tentang obat dan sebagainya). Contoh penerapannya sebagai berikut:

    • Buku ini sangat baik untuk dibaca.
    • Obat ini baik untuk menyembuhkan penyakit.
    • Tongkat itu baik untuk membantunya berjalan.

    Keempat, makna kata ‘baik’ adalah tidak jahat (tentang kelakuan, budi pekerti, keturunan, dan sebagainya); jujur. Contoh penerapannya sebagai berikut:

    • Pemuda itu baik budi pekertinya. 
    • Dia berasal dari keturunan yang baik. 
    • Selama ini dia dikenal sebagai orang yang baik. 


    Kelima, makna kata ‘baik’ adalah sembuh; pulih (tentang luka, barang yang rusak, dan sebagainya). Contoh penerapannya sebagai berikut:

    • Sudah seminggu dia dirawat, tetapi belum baik juga.
    • Lukanya kelihatannya sudah membaik.
    • Barang yang dikirimnya tidak ada yang cacat, semuanya dalam kondisi baik.


    Keenam, makna kata ‘baik’ adalah selamat (tidak kurang suatu apa). Contoh penerapannya sebagai berikut:

    • Alhamdulillah, kami semua dalam keadaan baik.
    • Dia ditemukan dalam kondisi baik ketika tim SAR menemukannya.
    • Dia sempat terjatuh, tetapi fisiknya baik-baik saja.


    Ketujuh, makna kata ‘baik’ adalah selayaknya; sepatutnya. Contoh penerapannya sebagai berikut:

    • Kami diterima dengan baik di rumah beliau.
    • Sudah sebaiknya dia tidak menghadiri acara di kampung ini.
    • Orang miskin itu baiknya diberi sedekah.


    Kedelapan, makna kata ‘baik’ adalah (untuk menyatakan) entah ... entah .... Contoh penerapannya sebagai berikut:

    • Baik di desa maupun di kota, semua orang perlu makan.
    • Baik besar ataupun kecil, semuanya akan dibeli.
    • Baik suka ataupun tidak suka, rumah bordir itu tetap akan digusur pemerintah.


    Kesembilan, makna kata ‘baik’ adalah ya (untuk menyatakan setuju). Contoh penerapannya sebagai berikut:

    • Baik, aku terima risikonya.
    • Baik, aku akan melaksanakan perintahmu.
    • Baiklah, kita berdamai saja.


    Kesepuluh, makna kata ‘baik’ adalah kebaikan; kebajikan. Contoh penerapannya sebagai berikut:

    • Prilaku jujur merupakan suatu contoh perbuatan baik yang bisa dijadikan contoh bagi semua orang.
    • Agama mengajarkan manusia untuk saling tolong menolong dan berbuat baik terhadap sesamanya.
    • Dia memiliki akhlak yang baik dan terpuji.

    Makna dan Penerapan Kata ‘Bagus’

    Sekarang saya akan mengupas kata ‘bagus’ yang dalam bahasa Inggris disebut ‘nice’. Dalam kamus KBBI, kata bagus ini maknanya adalah baik sekali; elok. Tidak ada penjelasan lain dalam kamus itu, kecuali kedua makna tersebut. Kita akan mengambil contoh dalam kalimat:

    • Saya memiliki mobil yang bagus.
    • Nilai ujian Hamzah bagus.
    • Dia sangat rajin dan berprestasi, sehingga mendapat posisi bagus di kantornya.


    Kalau saya cermati, makna kata ‘bagus’ berkaitan erat terhadap penilaian kita terhadap kondisi benda dan prestasi atau hasil sebuah karya seseorang, tetapi tidak berkaitan dengan adab dan ahlak (prilaku seseorang). Kita bisa lihat dalam beberapa contoh kalimat berikut:

    • Rumahnya terlihat bagus dan asri.
    • Lokasi tanah ini bagus, cocoknya untuk lahan pertanian.
    • Film yang kita tonton tadi bagus.


    Dalam menilai sesuatu, apakah itu termasuk ‘bagus’ atau ‘tidak’, sangat berkaitan erat dengan selera orang yang memberi penilaian. Sebuah benda bisa dibilang bagus ketika orang yang memberi penilaian memiliki selera terhadap objek yang dinilainya. Namun, benda yang sama bisa saja mendapat penilaian berbeda dari orang lain. Oleh sebab itu kita tidak bisa mengklaim penilaian secara absolut terhadap sesuatu karena selera orang bisa saja berbeda.

    ***

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Cerpen

    Puisi

    Inspirasi