• FYI

    10 September 2019

    Menulis Tidak Harus Jadi Penulis

    Menulis Tidak Harus Jadi Penulis

    Oleh: J.Haryadi

    "Menulislah selagi kau sehat dan mampu, karena sia-sia saja ilmumu ketika jasadmu sudah terbujur kaku."
    ~ J. Haryadi ~


    Belajar menulis itu gampang-gampang susah. Kalau dibilang gampang ada benarnya. Buktinya, banyak sekali tulisan yang bertebaran di media sosial (medsos), meskipun tulisan mereka banyak yang tidak tertata dengan baik, tetapi setidaknya itu sudah membuktikan bahwa menulis itu memang mudah.

    Sebaliknya, pendapat yang mengatakan bahwa menulis itu susah, juga ada benarnya. Buktinya, tidak banyak orang yang mampu membuat tulisan formal yang layak diterbitkan di media massa.

    Setiap orang sebaiknya mempunyai kemampuan menulis yang baik. Kalau belum bisa menulis, bisa belajar melalui berbagai media. Misalnya belajar di grup kepenulisan secara online, belajar kursus berbayar di lembaga pelatihan menulis profesional atau belajar secara otodidak. Semua bisa kita pilih. Ambil saja yang paling nyaman. Ibarat pepatah mengatakan, "Banyak jalan menuju Roma."

    Kadang orang belajar menulis karena terpaksa. Hal ini wajar, karena ada tuntutan pekerjaan dari tempatnya bekerja. Misalnya para dosen yang diwajibkan menulis karya ilmiah agar bisa memperoleh poin untuk kenaikan pangkatnya. Semakin banyak tulisannya yang terbit di media massa, maka semakin banyak pula poin yang diperolehnya, sehingga akan membantu mempercepat proses kenaikan pangkatnya.

    Tidak sedikit juga orang belajar menulis karena keinginannya sendiri. Tujuannya bisa bermacam-macam, misalnya karena mereka ingin mencari uang, ingin terkenal, ingin berbagi pengalaman, dan lain-lain.

    Apapun alasan kita belajar menulis, itu bukan masalah. Adapun yang menjadi masalah adalah mengapa kita harus pandai menulis? Sebab banyak orang yang beranggapan kalau belajar menulis itu seolah-olah kita harus jadi penulis —maksudnya penulis profesional. Itu pendapat yang keliru.

    Pandai menulis tidak harus jadi penulis. Kita bisa tetap menjalankan profesi utama, tanpa harus beralih profesi menjadi penulis profesional —mencari nafkah dari pekerjaan sebagai penulis. Namun, Anda harus tahu bahwa banyak sekali keuntungan yang kita diperoleh ketika memiliki kemampuan menulis. Bahkan, mampu mendongkrak karir kita di kantor.

    A. Menulis sebagai Personal Branding

    Menulis tidak semata-mata demi uang. Kita bisa memanfaatkan tulisan sebagai personal branding. Caranya mudah yaitu kita wajib menulis tema tertentu secara konsisten, sesuai dengan bidang keahlian yang dikuasai.

    Jika Anda bekerja sebagai seorang tenaga pemasaran produk tertentu, misalnya bidang property, maka tulislah artikel yang berkaitan dengan rumah. Misalnya cara memilih rumah yang nyaman, cara membeli rumah secara kredit, dan lain-lain.

    Lalu, saat Anda mencantumkan nama sebagai penulisnya, sebutkan juga profesi Anda. Misalnya ditulis seperti ini:

    Jumari Haryadi
    Penulis dan Pakar Property

    Dengan cara seperti ini, maka secara cepat atau lambat nantinya publik akan mengenal Anda sebagai seorang pakar di bidang property. Bos Anda di kantor pun akan senang, karena bisa meningkatkan citra perusahaan. Selain itu karir Anda pun akan mendapat perhatian khusus.

    B. Menulis untuk Berbagi Ilmu

    Siapa bilang menulis itu hanya menyia-nyiakan waktu saja? Mungkin karena tidak menghasilkan uang, lantas timbul pernyataan semacam itu. Tentu saja ini sebuah pemikiran yang sempit.

    Semua itu memang tergantung niat kita. Kalau kita mau, menulis juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana beribadah. Kita bisa menulis apa saja yang bermanfaat. Pembaca bisa mengambil hal positif dari tulisan kita, apapun jenis tulisannya.

    Kalau suka cerpen, maka Anda bisa menulis kisah inspiratif tentang pentingnya menghormati orang tua, berbuat jujur, membantu orang yang susah, dan tema-tema sejenis lainnya. Ide cerpen bisa fiksi, bisa juga diilhami dari kisah nyata.

    Seandainya Anda punya hobi tertentu, misalnya membuat kerajinan tangan. Anda bisa menulis cara membuatnya. Juga bagaimana cara memasarkan secara online. Mungkin artikel ini dibaca oleh orang-orang yang sedang berkeinginan buka usaha, sehingga mereka bisa belajar bisnis dari tulisan tersebut.

    Tentu masih banyak tema lain yang bisa ditulis sesuai selera Anda. Intinya, apapun yang mau ditulis sebaiknya ada manfaatnya, sehingga pembaca bisa mendapat keuntungan dari artikel yang Anda tulis.

    ***

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Cerpen

    Puisi

    Inspirasi