• FYI

    15 November 2019

    Obrolan Mawar dan Kumbang


    Oleh: J. Haryadi


    "Mas, ajarin aku menulis dong?" Pinta Mawar kepada Kumbang yang dikenal jago nulis di kampusnya.

    Kumbang cuma tersenyum. Matanya melirik sejenak ke wajah Mawar yang sedari tadi duduk di sebelahnya. Dia tetap tak menjawab permintaan kekasihnya itu, tetapi justru kembali asyik membaca artikel dalam smartphone-nya.

    "Maaaas! Aku serius nih mau belajar nulis. Sueer." Ujar Mawar kembali, sambil mengangkat tangannya dengan dua jari telunjuk dan tengah yang membentuk huruf V.

    "Kamu serius nih? Biasanya kamu tuh cuma ngomong doang. Dari dulu mau belajar nulis, tapi gak mau latihan. Kalau mau belajar menulis, kudu mau praktek, bukan cuma wacana," jawab Kumbang dengan nada ngeledek.

    "Bener Mas. Kali ini aku mau belajar sungguhan. Soalnya kemarin gak sengaja aku baca tulisan Mas jadi viral di medsos. Kayaknya sesuatu banget deh." Papar Mawar dengan senyum genitnya, sambil menatap lembut ke arah mata kekasihnya itu.

    "Gini aja deh. Kalau kamu serius, gak usah nunggu nanti. Sekarang langsung saja praktek. Mau gak?" Tantang Kumbang spontan.

    "Sekarang? Yang bener aja Mas? Maksudku ya gak sekarang. Besok-besok atau lusa kek. Aku kan gak bawa kertas sekarang." Jawab Mawar manja.

    "Hari gini masih mikirin nulis pake kertas? Pake aja hape-mu! Kan bisa nulis di WA."

    "Pakai WA?"

    "Iyaaaa ...pake WA. Emangnya kenapa?

    "Kan WA itu buat chating? Emang bisa dipake belajar nulis?"

    "Ya bisa dong Mawar! Anggap saja kamu sedang curhat sama aku. Tulis aja apa yang akan kamu omongin. Gampang kan?"

    "Kalo gitu sih gampang Mas. Maksudku ingin nulis kayak tulisanmu yang viral itu loh Mas?"

    "Iya. Mas tahu! Kamu tuh harus mulai membiasakan nulis apa saja dulu. Semua juga perlu proses, tidak langsung bagus dan sempurna."

    "Oh gitu Mas? Jadi aku nulis aja kayak sedang curhat, gitu?"

    "Ya Mawar. Nulis itu sama mudahnya dengan bicara. Anggap saja kamu tuh sedang bicara sama Mas, tapi tidak lewat mulut, melainkan lewat tulisan. Tulis aja uneg-uneg kamu ke Mas apa adanya. Semakin banyak yang kamu tulis, ya semakin baik."

    "Ntar kalau ada yang salah, gimana Mas? Kan aku belum tahu aturannya?"

    "Justru itu, kalau mau belajar menulis, gak usah takut salah. Keberanianmu menulis itu yang paling utama. Teori nanti bisa belakangan."

    "Wah, kayaknya gampang dong jadi penulis. Gak usah pake belajar teori segala. Pokoknya nulis semaunya aja. Gitu ya Mas?"

    "Dibilang gampang ya gak juga. Maksud Mas, kalau mau belajar menulis, awalnya gak usah pake teori dulu. Nanti kalau sudah merasa terbiasa menulis, baru teorinya dipelajari dan secara bertahap kualitas tulisan ditingkatkan."

    Percakapan dua mahasiswa di taman kampus pagi itu berlangsung seru. Keduanya begitu sangat membahas masalah literasi yang jarang diminati di negeri ini. Padahal, kemampuan menulis itu penting. Dengan menulis, maka penulis pasti akan membaca, sehingga pengetahuannya semakin bertambah.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Cerpen

    Puisi

    Inspirasi