• FYI

    03 Februari 2020

    Licka, Pelukis Wanita "Pantang Menyerah" dari Subang

    Oleh: J.Haryadi

    Tidak banyak pelukis wanita di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Licka. Wanita dengan nama lengkap Lilis Kartika ini hobi melukis sejak kecil.

    "Saya tertarik dengan seni rupa sejak kecil. Mungkin karena saya paling suka menggambar," ujar wanita kelahiran Subang, 25 Desember 1976 ini dengan ramah.

    Wanita yang kesehariannya melukis dan mengajar les menggambar ini merasa ada kepuasan tersendiri ketika sedang berkarya. Mungkin seni sudah menjadi bagian dari kehidupannya sehingga desah napasnya pun selalu penuh keindahan.
    "Menurut saya, seni rupa itu begitu sangat indah dan saya sangat menikmati disaat saya melukis. Ada kepuasan dalam diri yang gak bisa diungkapkan oleh kata-kata," ujar pengagum Frida Kahlo ini serius.

    Lukisan "Duniaku", karya Licka.

    Licka mulai menekuni seni rupa secara serius sejak 2015. Beberapa even seni pernah diikuti oleh anak bungsu dari sembilan bersaudara ini, di antaranya adalah: Pameran Subang Art Now (2016), Pameran Zona 1 The Huiss Gallery Taman Budaya Jawa Barat (2016), Pameran Caruban Art Tomorrow Cirebon (2019), dan Pameran Subang Berseni Wisma Karya Subang (2019).

    Menurut Licka, perkembangan seni rupa sekarang semakin baik. Banyak perupa yang tumbuh dengan pesat. Namun ditinjau dari sisi manajemen dan marketing masih kurang. Masih banyak perupa yang sulit menjual hasil karyanya sehingga menimhulkan keluh kesah.

    Lukisan "Merias Diri", karya Licka.

    Pemilik motto hidup "Pantang Menyerah" ini berharap ada pihak yang bisa manajemen para perupa dan menjembataninya dengan pihak pencinta seni sehingga karya mereka bisa terjual dengan harga yang pantas dan mampu meningkatkan ekonomi para perupa.

    Ada dua hal yang menjadi keinginan Licka yang belum terwujud yaitu mengadakan pameran tunggal kedua dan menjadi seorang maestro.
    ***

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Cerpen

    Puisi

    Inspirasi