• FYI

    05 Februari 2020

    M. Noor, Pelukis Bandung Barat yang Hobi Main Gitar

    Oleh: J. Haryadi

    Jawa Barat termasuk salah satu daerah yang dikenal sebagai gudangnya para seniman. Salah satunya adalah M. Noor. Pria asal Kota Hujan, Bogor. Pria berkaca mata yang telah lama menetap di daerah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ini sudah sejak lama menekuni dunia seni rupa, khususnya lukisan.

    Ketua Komunitas Pelukis Bandung Barat ini melakukan aktivitas melukisnya disela-sela kesibukannya sebagai Kepala Desain di sebuah perusahaan tekstil yang berkantor di Jakarta. Kesibukannya bekerja tidak menghalanginya untuk terus berkarya. Berbagai jenis lukisan pernah dibuatnya, baik lukisan bergaya realis maupun abstrak.

    "Yang masih bertahan", 140 x 80 cm, kanvas, cat minyak.

    "Saya paling suka melukis pemandangan karena indah dilihat. Juga sembari mensyukuri kebesaran dan keaagungan Illahi atas karya-Nya yang begitu indah," tutur M. Noor menjelaskan.

    M. Noor mengaku kalau kemampuannya melukis merupakan hasil belajar yang terus dilakukannya secara otodidak. Belajar merupakan salah satu caranya menimba pengetahuan di bidang seni dan mempraktikkannya secara langsung di atas kanvas. Berkat ketekunannya berlatih, puluhan karya lukis berhasil diciptakannya. Beberapa di antaranya sudah terjual dan menjadi koleksi para kolektor.

    Pria kelahiran Bogor, 25 November 1965 ini tertarik dengan seni karena merasa senang melihat sesuatu yang indah.

    "Saya suka yang indah-indah, entah itu alam atau yang lainnya. Dengan seni, kesenangan itu bisa saya tuangkan kedalam kanvas," ujar M. Noor sembari tersenyum ramah.

    Awal ketertarikan suami dari Ria Sobariah ini terhadap lukisan bermula ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu guru gambarnya menyuruh menggambar sebuah drum besar (tong air). Cuma M. Noor justru mampu mengembangkan tugas dari gurunya itu dengan menggambar beberapa drum sehingga menjadi berderet.

    "Harmoni Alam", 80 x 65 cm, kanvas, cat minyak.

    "Saya kaget dan bangga ketika guru gambar saya malah menyebut karya saya sebagai gambar terbaik dan kreatif. Sejak saat itulah saya terpacu untuk membuat gambar-gambar lainnya," kenang M. Noor.

    Semangat berkarya tak pernah padam meski usia M.Noor kini sudah di atas setengah abad. Baginya, usia tua tidak menghalanginya dalam berkarya.

    "karya saya ibaratkan sebuah prasasti atau monumen.. Lukisan yang kita buat akan punya cerita atau saksi bisu bagi generasi lainnya. Contohnya ketika saya meluukis hutan bambu dekat rumah saya. Beberapa tahun kemudian bambu-bambu itu hilang karena ditebang dan dibuat perumahan sehingga generasi berikutnya tahu kalau dulunya tempat itu adalah hutan bambu yang indah dan sejuk," papar ayah dari Bagas Prayoga dan Viandra ini dengan serius.

    Meskipun kini kegiatan melukisnya mendapat support penuh dari anak dan istrinya. Namun, dulu M. Noor yang juga hobi bermain gitar ini pernah mendapat penolakan dari kedua orang tuanya. Maklum mereka bukan orang seni dan tidak memahaminya.

    "Padalarang Selayang Pandang", 80 x 65 cm, kanvas, cat minyak.

    "Kejadian ini terjadi pada waktu saya masih remaja, saat masa sekolah. Mereka tidak memberi support. Saya sempat sedih dan kecewa. Maklum orang tua saya kan bukan orang seni, jadi pola pikirnya tentang seni masih sempit. Mereka tidak mau anaknya menjadi seorang seniman," jelas alumni SMAN 3 Bogor Angkatan 1986 ini dengan nada prihatin.

    Semua kisah itu cuma masa lalu. M. Noor kini sudah membuktikan bahwa profesi sebagai seniman pun bisa dijadikan sebagai sumber mata pencaharian yang layak. Bahkan berkat prifesinya tersebut kini putra dari pasangan Tajudin Noor asal Banjarmasin dan Emma Fatimah asal Bogor ini mampu menghidupi keluarganya dengan layak. Salah satu buktinya, anak sulungnya, Bagas Prayoga, sedang menempuh studi di Taiwan.

    Selama berprofesi sebagai pelukis, penggemar pelukis maestro Basuki Abdulah dan Barli ini juga aktif mengikuti berbagai pameran lukisan. Beberapa di antaranya 'Pameran bersama 100 pelukis Indonesia' di Gedung YPK Bandung; Pameran bertema 'Semangat Patriotik' di Braga, Bandung; Pameran bertajuk 'Save Our Cultural Heritage' di Gedung Historic, Cimahi; Pameran Artepak Laut Kidul di PAPURI, Bandung, dan masih banyak lainnya.***

    1 komentar:

    Cerpen

    Puisi

    Inspirasi