• FYI

    06 Maret 2020

    Bisakah Kita Belajar Konsisten?


    Oleh: J. Haryadi

    "Konsisten" hanya sebuah kata. Namun, kata ini memiliki makna yang cukup dalam. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata tersebut mempunyai makna : 1. tetap (tidak berubah-ubah);taat asas, ajek; 2 selaras; sesuai : contoh dalam kalimat “Perbuatan hendaknya sesuai dengan ucapan”. Mungkin kalau coba saya definisikan dalam bahasa yang sederhana, konsisten itu artinya “bisa dipercaya” karena apa yang dikatakan, sesuai dengan apa yang akan dilakukan.

    Kita sering merasa kecewa terhadap seseorang. Bisa saja orang tersebut adalah teman yang baru dikenal, teman kantor, atau saudara kita sendiri. Bahkan, bisa juga justru dari orang yang paling dekat dengan kita yaitu keluarga. Kekecewaan itu mungkin saja berasal dari hal yang kecil dan sederhana. Bahkan terkesan sepele, yaitu karena adanya “janji” yang tidak disepakati. Dalam kitab suci Al-Qur’an sangat jelas diterangkan, seperti tercantum dalam Surat Al-Isra' Ayat 34 yangartinya,"Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.”

    Memang pada kenyataannya, ada dua jenis manusia di muka bumi ini yang memiliki karakter berbeda. Pertama adalah manusia yang selalu menepati janjinya alias konsisten. Kedua adalah manusia yang sering tidak menepati janjinya atau tidak konsisten. Bahkan salah seorang rekan saya menyebut temannya dengan istilah “untrust man” terhadap salah seorang temannya yang selalu ingkar janji. Tentu bukan tanpa alasan dia memberikan atribut yang tidak enak tersebut. Setelah saya tanya alasannya, ternyata dia sudah berulang kali dibohongi oleh temannya itu.

    Sejujurnya saya katakan, tidak mudah untuk menjadi orang yang konsisten. Saya sendiri kadang tidak konsisten dengan diri sendiri. Misalnya ketika saya berjanji pada diri sendiri untuk menulis dua buah artikel setiap hari. Namun, pada kenyataannya saya belum bisa memenuhinya, meskipun saya sudah berjanji pada diri sendiri. Seharusnya saya konsisten menepatinya. Masih untung saya hanya mengecewakan diri sendiri. Lantas bagaimana kalau terhadap orang lain? Tentu orang yang saya janjikan akan kecewa dan kepercayaannya terhadap saya akan menurun.

    Berjanji itu penting, apalagi kepada orang lain. Sebaiknya kita jangan membuat sebuah janji kalau tidak bisa memenuhinya. Jika kita bernjanji dan ternyata karena sesuatu dan lain hal tidak dapat memenuhinya, sebaiknya kita mau berbesar hati untuk meminta maaf. Langkah ini paling tidak bisa mengurangi kekecewaan orang tersebut. Jangan karena kita merasa lebih kaya, lebih tinggi pangkat atau jabatannya, lebih tinggi status sosialnya, atau lebih pintar sehingga membuat kita menyepelekan hal ini. Ingat, setiap kita bernjanji ada sesuatu yang kita pertaruhkan yaitu nama baik.

    Mari kita belajar konsisten. Ketika janji atau pernyataan yang kita keluarkan tidak sesuai dengan apa yang kita lakukan, maka runtuhlah kepercayaan orang terhaddap kita. Harga sebuah kepercayaan itu sangat mahal dan tidak bisa diukur dengan uang. Jika kita ingin dihormati atau dihargai orang, maka belajarlah menjadi orang yang konsisten. Apakah kita sudah termasuk orang yang konsisten?

    Tidak perlu dijawab, karena anda pasti sudah tahu jawabannya. Hati kecil Anda tidak bisa berbohong mengenai hal ini. Jika Anda masih belum menjadi orang yang konsisten maka mulai hari ini mari kita berubah menjadi orang yang konsisten.

    ***

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Cerpen

    Puisi

    Inspirasi