• FYI

    04 April 2020

    Berdiskusi itu Bukan Menggurui


    Oleh: J. Haryadi

    Berdiskusi adalah bertukar pikiran. Artinya kedua pihak yang terlibat dalam diskusi harus saling memberi dan saling menerima. Bukan komunikasi satu arah, melainkan komunikasi dua arah.

    Dalam praktiknya, ternyata masih saja ada orang yang memaksakan pendapatnya ketika terlibat diskusi. Hal ini tentu membuat lawan bicaranya menjadi tidak nyaman. Akibatnya bisa ditebak. Kalau lawan bicaranya ternyata tidak bisa menahan diri maka bisa terjadi debat kusir yang tidak sehat.

    Apakah salah mendebat lawan bicara ketika kita berdiskusi? Tidak! Justru diskusi yang asyik itu dibumbui dengan debat. Namun, tentu saja debat yang sehat dalam kerangka mencari solusi terbaik.

    Saat adu pendapat, masing-masing pihak boleh saja bersikeras dengan pendapatnya. Namun, harus disertai argumentasi yang jelas dan sumber referensi yang valid. Jangan asbun alias asal bunyi.

    Ketika salah satu pihak merasa terpojok karena argumentasinya terpatahkan, tidak perlu merasa kecil hati. Tetaplah belajar berlapang dada. Terima pendapat teman diskusi tersebut dengan jiwa ksatria, sambil berkata,"Saya akui pendapatmu jauh lebih baik. Saya setuju."

    Pihak yang menang debat dalam sebuah diskusi pun tidak boleh jumawa. Tetaplah rendah hati dan tidak merasa dirinya paling hebat.

    Hargai teman diskusi kita. Jangan biarkan dirinya merasa terpojok dan tidak enak hati. Sikap saling harga menghargai dalam diskusi itu penting sehingga hubungan pertemanan tetap kondusif.

    Semoga bermanfaat dan salam pena kreatif.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Cerpen

    Puisi

    Inspirasi